Hikayat Karya Annie Famousnudelady Uni Review D Deti08 Famous Nude Lady

Lady

Hikayat Karya Annie Famousnudelady Uni Review D Deti08 Famous Nude Lady

Annie Famousnudelady Uni Review D Deti08 Famous Nude Lady

0 false false false MicrosoftInternetExplorer4

Malam (29/8/2010) itu sebenarnya saya tidak ada niat menonton acara Kesenian Musik Patrol yang diadakan unit kegiatan kesenian kampus Universitas Jember (Unej). Saya sedang capek sekali, karena baru saja melakukan perjalanan dari Bondowoso-Jember. Namun karena sudah kadung berjanji pada Halim kawan saya untuk membuat semacam tulisan mengenai Patrol, ya saya putuskan untuk nonton patrol.


Patrol adalah semacam kelompok musik etnik ritmik, seringkali diperdengarkan saat bulan ramadhan untuk membangunkan orang-orang agar bisa sahur. Instrumen dari musik patrol sangat sederhana, beberapa jenis kentungan, perkusi dan seruling. Jika memiliki sedikit modal berlebih, bisa memberi sedikit modifikasi sound sistem dan lampu-lampu dengan bantuan tenaga genset.


Malam Itu acara "Carnaval Musik Patrol" menginjak tahun kesepuluh. Satu dekade ajang kreasi seni yang mengangkat tema lokalitas. Beberapa hari sebelumnya saya dan Halim sempat bertemu di kampus, tepatnya di Gedung Rektorat. Kami membahas tentang eksistensi keberadaan kesenian Patrol di Jember, serta bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat Jember. Kami bicara panjang lebar dan berdebat tentang keotentikan kesenian ini. Namun kami sepakat, bahwa kesenian ini perlu dikenalkan dan disebarluaskan. Oleh karena itu malam ini saya berniat menulis acara Patrol tersebut.


Dipintu gerbang ‘boulevard’ Unej saya bertemu dengan Oryza Ardiansyah, wartawan Bejat (beritajatim.com), yang juga kebetulan menjadi senior saya. Beliau kemudian mengajak saya untuk melakukan peliputan bersama, dia yang wawancara dan saya yang motret. Kami berdua kemudian memutuskan untuk memulai peliputan dari sekumpulan kelompok Patrol di sebelah utara tugu. Kelompok yang kami wawancarai bernama ‘Kharisma’.


Pemimpin kelompok Patrol itu bernama Pak Slamet, beliau berasal dari Gebang. Wajahnya bulat, ada semburat kumis tipis muncul diatas bibirnya. Malam itu ia mengenakan celana kain warna hitam, dipadu dengan jaket jeans warna senada, di kepalanya memakai kopyah rajutan dan kaus merah putih ala sakera nongol sedikit diantara jaket pak Slamet. Malam itu ia serupa Sakera, hanya lebih modis dan gaul. mulutnya tak berhenti tersenyum saat Mas Oryza mengajaknya berbicara. Dengan bahasa Indonesia eHikayat Karya Annie Famousnudelady Uni Review D Deti08 Famous Nude Ladyi Nude Lady dHikayat Karya Annie Famousnudelady Uni Review D Deti08 Famous Nude Ladym t Nude Lady Lady Nude